-->

Literasi dari Sewon Toggle

Tim Penulis Seabad Pers Kebangsaan

Mereka bekerja dengan semangat anak muda zaman pergerakan. Hari ini mereka melihat, melakukan interview, lalu mencatat. Esoknya demikian juga. Kerja dibagi. Ada yang jadi pemberi kertas penugasan. Ada yang mengetuk satu pintu demi pintu tokoh-tokoh pers yang masih menghela napas. Ada yang menjadi “tamu2 khusus” Perpustakaan Nasional. Ada yg senantiasa menenteng kamera mencari sampul2 koran tua. Ada juga yg jadi editor dan duduk di belakang meja mengumpulkan hasil kerja lalu menyuntingnya; yang layak dipisah, yang ‘katrok’ masuk kotak. Tentu ada pencari frontpage2 koran2 terbaik dunia sebagai tampilan akhir semua hasil kerja. Pada akhirnya ada yang terus memasok gagasan sambil mencari secara mandiri persekot untuk memperlancar nadi semua rangkaian kerja. Kerja udah selesai dua tahun lalu. Untuk mengenangnya, ditampilkan kembali sosok mereka:

Zen Rachmat Sugito, editor seabad kebangkitan nasional, khususnya tokoh2 pergerakan. Termasuk di sini adalah seratus tokoh pers Indonesia.

Foto di samping (dari kiri ke kanan): Iswara, Narno, Agung DH, Hajar Nur, Rhoma Dwi, Reni Nur, dan Tunggul T. Mereka adalah sejarawan2 muda dari Jogja. Ada yang sudah lulus, ada yang masih berlabel mahasiswa. Mereka adalah para periset untuk koran2 tua.

Depan (duduk): Zen Rachmat Sugito, berdiri dari kiri ke kanan: Narno, Iswara, Tunggul, Rilla. Rilla Nug yang baru saja balik dari London khusus menulis biografi tokoh2 pers Indonesia.

Usman Iskandar alias The Legend of Paimo alias Paim Klimaks (tak puas uang kembali) adalah fotografer. Pernah di majalah Tempo dan Koran Tempo dan sekarang hilir mudik antara Veteran I Jakpus dan Kedoya (Media Indonesia). Wajah boleh seperti ustadz, tapi akhlak, o o o tak tegalah kami menyebutkannya…

Agung DH (yg merem) dan Pandu Lazuardy (buka mulut). Nama yg terakhir adalah rolling stoner dari banjarnagara. Desainer dan penggubah isi artikel biografi 365 koran klasik Indonesia ke dalam frontpage terbaik koran dan majalah kontemporer seluruh dunia.

Kiri ke kanan: Reni, Agung DH, Rhoma Dwi: Sedang berpose di perpustakaan Pramoedya Ananta Toer. Agung menghadap mesin tik yg biasa dipakai Pram. Kedatangan ke rumah Pram untuk mencari arsip Soenda Berita (1903-1904), Hindia Poetra (1919), dan Pantja Warna (19…).

Ke mana wajah lainnya? Hiks. (GM)

4 Comments

aroengbinang - 16. Mei, 2007 -

selamat bekerja bung; smangat dan kreativitas tinggi dengan kerja sama solid tentu akan membuahkan karya yang lezat untuk dinikmati.

ditunggu. salam.

unai - 23. Mei, 2007 -

sukses yah..BTW saya menemukan blog ini di Blognya Tanzil…salam kenal, blognya sangat menarik

fahrisalam - 24. Mei, 2007 -

Aduuuh, gus muh..jangan tampilan foto plus nama gw duuunk. kan secara kerja gw belum nulis apapun boo. pliis yaa…booo. tengkyu

Ided gernapeg - 12. Okt, 2009 -

ternyata dalam diam aku mengidolakanmu Muhidin M. Dahlan.. slm knl untk kalian semua tim penulis. smga krya kalian ini mnjdi inspirasi bagi semua anak bangsa…..

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan