-->

Kronik Toggle

Perpustakan Pesantren dan Masjid Tidak Memadai

MALANG:Jumlah perpustakaan pesantren dan masjid di Kabupaten Malang sangat sedikit dan kondisinya memprihatinkan.

Kepala Bagian Bina Mental dan Kerohanian, Hafi Luthfi, mengutarakan Pemerintah Kabupaten Malang berencana memperbanyak jumlah perpustakaan. Saat ini baru ada 31 atau hanya 4,42 persen dari sekitar 700 pesantren yang mempunyai perpustakaan. Sedangkan baru 15 atau cuma 0,75 persen masjid yang memiliki perpustakaan.

“Itu pun bukunya itu-itu saja. Kami bekerja sama dengan Badan Kearsipan dan Perpustakaan berupaya menambah koleksi buku perpustakaan mereka,” kata Luthfi, Sabtu (6/9).

Buku-buku yang hendak ditambah adalah buku-buku yang bersifat aplikatif, yang bisa menjadi penuntun sekaligus bekal kerja bagi para santri yang menyelesaikan pendidikan di perpustakaan, serta mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas para santri yang masih belajar.

Namun, kata dia, untuk menambah jumlah perpustakaan jauh lebih sulit daripada menambah koleksi buku. Kesulitan berpangkal pada jumlah anggaran yang tidak sesuai dengan jumlah lembaga keagamaan yang harus disantuni.
Badan Bina Mental dan Kerohanian hanya mempunyai anggaran keagamaan Rp 1 miliar dan anggaran untuk sarana dan prasarana Rp 2,5 miliar.

Selain untuk pesantren dan masjid, seluruh anggaran suatu saat dipakai untuk membantu 8.892 musalah, 1.136 taman pendidikan Quran dan taman pendidikan agama, 160 gereja, 39 pura, dan 10 vihara/klenteng.Abdi Purmono

*) Dikronik dari TEMPO Interaktif, Sabtu, 06 September 2008

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan