-->

Kronik Toggle

Ratusan Buku ‘Tenggelamnya Rumpun Melanesia’ Disita

YOGYAKARTA – Kejaksaan Tinggi DIY menyita sebanyak 164 buku Tenggelamnya Rumpun Melanesia: Pertarungan Politik NKRI di Papua, dari sejumlah toko buku di Yogyakarta.

Menurut Kasintel Kejati DIY, Guntur Hadipuro, 164 buku yang dilarang beredar Kejaksaan Agung tersebut didapat setelah selama dua hari pihak Kejati melakukan penyisiran di sejumlah toko buku.

“Kejati DIY sampai saat ini telah berhasil menyita buku itu sebanyak 164 buah,” kata Guntur di Kejati DIY, Rabu (9/4/2008).

Menurut Guntur, setelah berhasil menyita 164 buku terlarang itu, pihak Kejati DIY pekan depan akan melanjutkan dengan menggelar razia ke berbagai toko buku dan penerbit. Namun demikian, pihaknya tidak akan menerapkan hukuman pidana kepada toko maupun penerbit yang mengedarkan dan hanya akan melakukan langkah persuasif semata.

“Kita lakukan tindakan persuasif saja, dan bukan pidana kok,” janjinya.

Kejati DIY, lanjut Guntur, sebenarnya telah melakukan investigasi beberapa bulan di lapangan terkait peredaran buku ini. Diakui Guntur, selama ini konsumen terbesar dari buku karangan Sendius Wonda ini adalah para mahasiswa. Kejati DIY berharap agar pemilik toko buku maupun penerbit yang mengedarkan dan memiliki buku tersebut bisa segera menyerahkan kepada pihak kepolisian maupun kejaksaan.

Penyitaan terhadap buku ini, tambah Guntur, berdasarkan surat keputusan Jaksa Agung Kep-123/A/JA/11/2007 tentang larangan beredarnya cetakan buku tersebut.

Selain itu, penyitaan buku tersebut juga berdasarkan instruksi dari Jaksa Agung INS-004/1/JA/11/2007 kepada Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia untuk melakukan penyitaan terhadap buku karya Sendius Wonda tersebut, dan melakukan operasi intelijen untuk tindakan penyitaan.
(Satria Nugraha/Trijaya/jri)

*)Okezone, 10 April 2008

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan