-->

Kronik Toggle

Waspada, Sekarang Banyak Penerbit 'Nakal'

Sekarang ini banyak penerbit ‘nakal’, yang menerbitkan karya tanpa seijin penulisnya. Ini dikatakan MEIANA HUTAMI Kepala Bagian Promosi Penerbit ANDI di sela-sela Workshop Penulisan Writing and Information Freedom di Gedung Perpustakaan Pusat Kampus B Universitas Airlangga, Jumat (11/01).

MEIANA mengatakan banyak modus yang digunakan oleh para penerbit ‘nakal’. Diantaranya menemui penulis di tempat umum dan meminta karya mereka, kemudian memberikan kartu nama. Namun setelah dicek, ternyata tidak ada.

Modus yang lain, penulis datang ke kantor penerbitan dan memberikan karya, tetapi penerbit menolaknya. Setahun kemudian, karyanya diterbitkan tetapi bukan atas nama si penulis.

“Ironisnya, kebanyakan penulis tidak hanya memberikan hard copy-nya saja tetapi juga soft copy juga. Ini membuat penulis tidak bisa menuntut hak cipta karyanya, karena tidak memiliki bukti,” ujar MEIANA.

Untuk menghindari penipuan ini, MEIANA menyarankan pada masyarakat yang ingin karyanya dipublikasikan dengan meminta nota tanda terima ketika menyerahkan ke penerbit. Karya yang diserahkan hanyalah hard copy saja.

“Masyarakat juga bisa menyerahkan dengan bentuk proposal, berisi sinopsis cerita, daftar isi, dan contoh isi. Untuk contoh isi cukup dari 1 Bab saja terserah dari isi buku tersebut asal jangan dari Bab 1,” kata MEIANA. (kss/tin)

*) Suarasurabaya.net 11 Januari 2008

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan