-->

Kronik Toggle

Surabaya Segera Punya Sudut Baca

SURABAYA-Rendahnya minat baca dan budaya baca di Indonesia menjadi suatu keprihatinan sendiri. Untuk meningkatkan minat baca masyarakat itu berbagai kampanye gemar membaca dilakukan. Di Surabaya sebentar lagi segera diluncurkan sudut baca yang diharapkan dapat menjadi percontohan di seluruh Jatim.

Sudut baca ini dibangun untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan intelektualitas masyarakat Kota Surabaya, Dewan Kota Surabaya akan meluncurkan sudut baca di tempat-tempat umum terutama di tempat dimana para ibu, remaja dan anak-anak belum terlalu banyak punya fasilitas perpustakaan.

DANIEL M ROSYID Ketua Dewan Pendidikan Jatim pada Forum Reboan Dewan Kota Surabaya di Lantai 1 Gedung Rektorat ITS, Rabu (23/01), menjelaskan konsep sudut baca ini.

Pada tanggal 14 Februari mendatang sudut baca pertama akan dibuka di Stasiun Gubeng dan bekerjasama dengan PT Kereta Api (KA). Dewan Kota juga menggandeng Desain Produk ITS sebagai perancang arsitektur dan Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) FISIP Unair yang dapat memberikan cara operasional perpustakaan.

Untuk mewujudkan sudut baca sebagai suatu proyek yang akan terus berkembang, Dewan Kota juga mengajak beberapa korporasi antara lain Pertamina dan Telkom, ujar DANIEL.

Menurut DANIEL masyarakat harus dapat menjadi pelaku aktif agar kegiatan ini dapat berjalan baik. Pelaku aktif dalam artian, masyarakat dapat menyumbangkan buku, majalah dan turut ambil bagian sebagai penjaga sudut baca maupun membuka sudut baca sendiri dengan ijin Dewan Kota Surabaya. Gerakan ini juga harus dilakukan serentak di seluruh Jatim dan dimulai di Surabaya sebagai percontohan.

TRI SUSANTARI Dosen IIP Unair juga menjelaskan konsumen utama sudut baca ini memang ibu-ibu dan anak-anak serta remaja. Mengapa demikian? Kata TRI, anak-anak dan remaja merupakan generasi penerus. “Sedangkan ada pepatah bila mencerdaskan 1 ibu maka 1 keluarga akan cerdas juga,” kata TRI.

Pembiayaan sudut baca ini sendiri dengan sukarela peminjam buku. DANIEL tidak merinci berapa besaran yang akan ditarik dari setiap peminjaman buku. Peminjam buku dapat memberikan berapa saja sesuai kemampuannya. Peran korporasi sendiri adalah sebagai sponsor untuk perkembangan sudut baca ke depan.(bir/ipg)

*) Suarasurabaya.net 23 Januari 2008

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan