-->

Kronik Toggle

Pustaka Sampoerna Luncurkan Buku Cerita Rakyat Pasuruan

Seiring dengan pergantian generasi dan bergesernya pandangan hidup dari waktu ke waktu, serta makin berkembangnya teknologi, secara perlahan kekayaan budaya lisan di masyarakat semakin hilang.

Guna melestarikan sekaligus menggairahkan kembali cerita rakyat tersebut Sampoerna untuk Indonesia melalui Program Pustaka Sampoerna bekerjasama dengan Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pasuruan meluncurkan Buku Cerita Rakyat Pasuruan di Perpustakaan Grati, Pasuruan, Selasa (04/12).

Peluncuran Buku itu membawa arti penting karena merupakan rangkaian dari kegiatan Workshop Penulisan Karya Tulis Program Pustaka Sampoerna yang berlangsung bulan Februari 2007 dan dilanjutkan dengan Lomba Penulisan Cerita Rakyat Pasuruan pada tanggal 16 Juni – 24 Juli 2007 lalu.

Lomba ini diikuti berbagai kalangan masyarakat Pasuruan, antara lain pelajar, mahasiswa, dan umum ini, berhasil memilih 6 naskah pemenang dan 9 naskah pilihan, yang kemudian dibukukan dan diterbitkan dengan judul “Buku Cerita Rakyat Pasuruan – Singgasana Raja yang Bergoyang”.

H JUSBAKIR ALDJUFRI, SH, MH, Bupati Pasuruan menilai, kegiatan ini merupakan sebuah langkah nyata dalam melestarikan tradisi lisan dengan cara menulis dan membukukannya. Lima belas cerita terbaik yang dirangkum dalam Buku Cerita Rakyat Pasuruan ini merupakan sebagian dari cerita rakyat yang berkembang dan diharapkan dapat menjadi pembelajaran bersama.

“Yang cukup membanggakan para juara lomba penulisan didominasi oleh para pelajar. Padahal, lomba penulisan ini juga diikuti oleh masyarakat umum. Ini menunjukkan bahwa para pelajar juga mampu mengukir prestasi membanggakan” kata JUSBAKIR seperti dalam siaran pers Sampoerna pada suarasurabaya.net, Selasa (04/12).

NIKEN RACHMAD Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna mengatakan, “Melalui penerbitan buku ini kami berharap, kisah kehidupan tokoh-tokoh legendaris Pasuruan yang sarat dengan keteladanan dapat menjadi sumber inspirasi, motivasi dan kreasi bagi kita semua untuk mempersembahkan karya besar yang bermanfaat bagi kemajuan Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai tahap awal, buku cerita rakyat Pasuruan “Singgasana Raja yang Bergoyang” telah dicetak sebanyak 2.000 lembar segera disebarkan ke seluruh perpustakaan di tingkat Propinsi, Kotamadya dan Kabupaten di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Pasuruan, buku tersebut akan disebarkan ke seluruh perpustakaan sekolah, perpustakaan umum dan taman bacaan.(ipg)

suarasurabaya.net  4 Desember 2007 dengan judul Singgasana Raja yang Bergoyang Diluncurkan

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan