-->

Kronik Toggle

Pemerintah Perluas Sarana Membaca

Kebutuhan masyarakat terhadap sarana membaca makin tinggi. Ini seiring animo masyarakat yang juga meningkat dari tahun ke tahun.

ARINI PAKISTYANINGSIH Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Pemkot Surabaya pada suarasurabaya.net, di sela Surabaya Book Fair, 29 November – 5 Desember 2007, mengatakan, peningkatan animo masyarakat membaca buku berdasarkan jumlah buku yang disediakan di mobil keliling.

“Setiap kali mobil keliling berhenti, masyarakat langsung memanfaatkan buku-buku yang ada. Bahkan buku-buku yang kita sediakan di taman bacaan seperti di Taman Bungkul dan Taman Flora ludes dibaca masyarakat. Buku-buku tersebut diganti setiap 2 bulan sekali,”ujarnya.

Di Perpustakaan Umum milik Pemkot Surabaya, kata ARINI, koleksi buku yang disediakan sebanyak 65 ribu. Total ditambah dengan buku di mobil keliling dan taman bacaan menjadi 100 ribu buku.

Melihat tingginya animo masyarakat membaca, ungkap ARINI, pemerintah memperluas sarana membaca. Satu diantaranya, dengan menggelar “Surabaya Book Fair” secara rutin setiap tahun.

Selama 2007 ini, pameran bekerjasama dengan 200 penerbit di Jawa Timur sudah kali kedua digelar. Seperti di Balai Pemuda yang ditargetkan bisa dikunjungi 35 ribu orang.

“Pameran pertama di Royal Plaza dan ternyata mampu menghasilkan transaksi sebesar Rp 2 milyar lebih. Di pameran ini, juga dijual buku-buku murah baik dengan harga obral maupun potongan harga. Dari pemerintah targetnya, mencoba mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap dunia buku. Kalau animo terus meningkat, bisa jadi kegiatan pameran di tambah, tidak hanya dua kali setahun tapi bisa tiga kali,”paparnya.

Dalam pameran ini, tambah ARINI, banyak event yang bisa diikuti masyarakat. Mulai bedah buku, story telling, peragaan busana dan bursa naskah bagi penulis pemula. (tin)

Suarasurabaya.net, 29 November 2007

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan