-->

Kronik Toggle

Suara-suara Saya di Senayan

Jakarta: Komentar mantan Ketua MPR Amien Rais tentang pemberian konsesi blok Cepu selama 30 tahun kepada ExxonMobil membuat Direktur Pertamina, Ari H. Soemarno, meninggalkan sebuah acara peluncuran buku di Hotel Le Meridien, Jakarta, hari ini.

“Pemberian konsesi itu adalah contoh yang sangat nyata, cetho welo-welo, tentang penjualan Indonesia kepada asing,” kata Amien dalam pidato peluncuran buku “Suara-suara Saya di Senayan” itu. Buku ditulis oleh Catur Sapto Edi, anggota Komisi Energi DPR dari Partai Amanat Nasional.

Menurut Amien, yang juga Ketua Dewan Kehormatan PAN, pemerintah telah korupsi luar biasa dalam konsesi itu karena merugikan keuangan negara. “Saya tak tahu jin mana yang membisiki pemimpin kita untuk menjual sumber daya alam, yang bisa mensejahterakan rakyat, kepada asing.”

Ari masih bertahan ketika Amien berpidato. Tapi, begitu Amien turun podium, Direktur Pertamian yang baru dilantik 8 Maret lalu itu buru-buru meninggalklan ruangan. Adapun pembicara lainnya, masih tinggal yakni Amien, Ketua Komisi Energi DPR Agusman Effendy, Ketua DPR Agung Laksono, Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, dan bekas Menteri Keuangan Fuad Bawazier. “Saya acara lain,” ujar Ari kepada pers di luar ruangan.

Ari mengaku tak bisa menolak kehadiran Exxon karena begitu menjabat direktur utama, ia sudah ada kesepakatan pemerintah dengan perusahaan minyak dari Amerika Serikat tadi. Pertamina hanya mencari solusi agar eksplorasi bisa segara dilakukan. “Kami tak bisa berbuat apa-apa,” kata nya.

Thonthowi Jauhari

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 16 Maret 2006

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan