-->

Kronik Toggle

Peluncuran buku Memahami Indonesia

Jakarta: Mantan Ketua MPR Amien Rais mengatakan, demokrasi di Indonesia berjalan pincang karena peran legislatif melemah. Padahal, berdaarkan teori elementer demokrasi, empat pilar demokrasi yakni legislatif, eksekutif, yudikatif, dan pers harus saling mengisi untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Mungkin legislatif akan kembali seperti jaman dulu, menjadi rubber stamp (stempel pemerintah) dan menjadi yes man atau yes woman institution” kata Amien dalam peluncuran buku “Memahami Indonesia” di Hotel Four Seasons, Jakarta, hari ini.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional itu menjelaskan, di sisi lain eksekutif cukup terampil. Adapun pers, sebagian masih kritis. “Dan sebagian cuma meng-iya, iya-kan saja.” Ia berpendapat, eksekutif yang senang jika media massa tak terlalu kritis karena “langkah-langkahnya” akan lebih mulus.

Mengenai peran yudikatif, menurut Amien, masih berkonflik satu sama lain. “Tentu, ini menyenangkan Pak Jusuf Kalla dan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” tuturnya.

Peluncuran buku yang diterbitkan oleh Soegeng Sarjadi Syndicate itu dihadiri antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, bekas Ketua DPR Akbar Tandjung, bekas Ketua Muhammadiyah Syafii Ma’rif, bekas Menteri Perumahan Rakyat Cosmas Batubara, Marzuki Usman, serta wartawan senior Rosihan Anwar.

Dimas Adityo

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 15 Februari 2006 dengan judul asli “Amien Rais : Legislatif Lemah”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan