-->

Kronik Toggle

Beberapa Pesantren di Jabar Mengembalikan Buku soal AS ke TNI

Bandung: Beberapa pesantren di Kota Garut dan Tasikmalaya mengembalikan 5 buku paket dari Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Korem 062/Taruma Nagara, Jawa Barat. Menurut Danrem 062, Kolonel (Inf.) Osaka Meliala, pihaknya tidak bisa menolak permintaan warga. “Ini kepercayaan masyarakat,” kata Kolonel Osaka kepada Tempo News Room, Rabu (25/08), di Garut.

Pengembalian buku ini sebagai bentuk penolakan. Ini dilakukan sejak 18 Agustus lalu. Hingga Rabu (25/08), buku terus berdatangan ke Korem 062/Taruma Nagara. Termasuk dari kota Tasikmalaya. Buku itu berisi penjelasan soal aspek sosial, budaya, ekonomi dan geografis Amerika Serikat.

Menurut Osaka, doktrin Amerika ini ditolak mentah-mentah oleh pesantren yang dikirimi buku. “Sudah jelas berbeda. Dari segi budaya saja, orang telanjang di Amerika tidak diapa-apakan. Sudah biasa. Tapi coba disini?. Lalu dari segi ekonomi. Amerika kan kapitalis. Sedangkan Indonesia berdasarkan ekonomi kerakyatan, koperasi,” kata Osaka.

Dia mengaku tidak bisa menolak permintaan warga yang ingin buku ini dikumpulkan oleh TNI. Hingga berita ini dibuat, buku ditumpuk di ruangan Korem 062. Menurut rencana, Osaka akan menyerahkan buku ini ke Kodam III Siliwangi di Bandung. Dari Kodam, buku diproses ke Mabes TNI AD di Jakarta.

Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) sepakat dengan tindakan beberapa pesantren di Garut dan Tasikmalaya. “Kembalikan saja. Toh tidak diwajibkan dalam kurikulum pesantren,” kata ketua FUUI, KH.Athian Ali. Menurut Athian, buku itu hanya propaganda Amerika. “Isinya hanya membaik-baikkan Amerika,” kata Athian.Bobby Gunawan –

*) DIkronik dari Tempo News Room 25 Agustus 2004

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan